Skip to content
Crdinalintellignceadvisrsllc Crdinalintellignceadvisrsllc

Crdinalintellignceadvisrsllc
Crdinalintellignceadvisrsllc

Mengapa Rasa Lapar Cepat Kembali Setelah Makan Manis? Mengenal Fenomena “Sugar Crash”

crdinalintellignceadvisrsllc.it.com, Desember 20, 2025Desember 26, 2025

Pernahkah Anda merasa sangat bersemangat setelah menikmati camilan manis, namun satu jam kemudian tiba-tiba merasa lemas, sulit berkonsentrasi, dan justru merasa jauh lebih lapar daripada sebelumnya? Fenomena ini sering disebut sebagai “sugar crash” atau dalam istilah teknisnya, bentuk dari dinamika energi yang tidak stabil.

Memahami bagaimana tubuh mengolah apa yang kita makan adalah kunci utama untuk menjaga kebugaran dan produktivitas sepanjang hari. Mari kita bedah mengapa pilihan makanan kita sangat menentukan durasi rasa kenyang kita.

Mekanisme Energi: Perjalanan Karbohidrat dalam Tubuh

Setiap kali kita makan, tubuh memecah karbohidrat menjadi glukosa, yang merupakan sumber bahan bakar utama bagi sel-sel kita. Namun, tidak semua karbohidrat diciptakan sama:

  1. Karbohidrat Sederhana (Gula): Jenis ini sangat cepat diserap. Akibatnya, energi melonjak tinggi secara instan. Tubuh merespons lonjakan cepat ini dengan mengeluarkan sinyal untuk menyimpan energi tersebut secepat mungkin. Karena prosesnya yang terlalu cepat, kadar energi dalam aliran darah bisa turun di bawah level normal dalam waktu singkat. Inilah yang menyebabkan efek “rikošet” atau pantulan rasa lapar yang sangat kuat.
  2. Karbohidrat Kompleks dan Serat: Jenis ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecah. Energi dilepaskan secara perlahan dan bertahap, memberikan aliran tenaga yang stabil dan menjaga rasa kenyang bertahan berjam-jam.

Hubungan Antara Rasa Kenyang dan Hormon

Rasa kenyang bukan hanya tentang perut yang penuh secara fisik, melainkan tentang komunikasi antara sistem pencernaan dan otak. Ketika kita mengonsumsi makanan yang tinggi gula tanpa disertai serat atau protein, komunikasi ini terganggu.

Tubuh merasa telah menerima kalori, namun karena nutrisi tersebut hilang dari aliran darah terlalu cepat, otak kembali mengirimkan sinyal “lapar” untuk meminta asupan energi baru. Inilah siklus yang sering membuat seseorang terjebak dalam kebiasaan mengonsumsi camilan manis secara berulang.

Strategi Menjaga Stamina Agar Tetap Stabil

Untuk menghindari fluktuasi energi yang drastis, Anda bisa menerapkan beberapa strategi nutrisi berikut:

  • Gunakan Prinsip “Pendampingan”: Jika Anda ingin makan sesuatu yang manis, usahakan untuk mendampinginya dengan sumber protein atau lemak sehat (seperti kacang-kacangan atau yogurt tawar). Protein dan lemak akan memperlambat penyerapan gula.
  • Prioritaskan Serat Alami: Serat bertindak sebagai “rem” alami dalam sistem pencernaan. Sayuran hijau, biji-bijian utuh, dan buah-buahan dengan kulitnya adalah sahabat terbaik untuk energi yang awet.
  • Hidrasi yang Tepat: Terkadang, sinyal haus sering disalahartikan oleh otak sebagai sinyal lapar. Pastikan Anda minum air mineral yang cukup sebelum memutuskan untuk mencari camilan tambahan.
  • Perhatikan Waktu Makan: Jangan melewatkan waktu makan utama. Tubuh yang terlalu lapar cenderung memiliki keinginan yang lebih kuat terhadap makanan manis sebagai cara instan untuk mendapatkan energi.

Cara Mengatur Ruang Kerja agar Mendukung Postur yang Lebih Natural

Navigasi pos

Previous post
Next post

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Cara Mengatur Ruang Kerja agar Mendukung Postur yang Lebih Natural
  • Kebiasaan Duduk yang Membantu Menjaga Kenyamanan Postur Sehari-hari
  • Pengelolaan diabetes dan gaya hidup pada usia lanjut
  • Rutinitas Ringan yang Membantu Menjaga Tubuh Tetap Rileks Sepanjang Hari

Hubungi kami

©2026 Crdinalintellignceadvisrsllc | WordPress Theme by SuperbThemes